IKLAN
DI TENGAH PERADAPAN MANUSIA
Sebelum
Gutenberg menemukan sistem percetakan pada tahun 1450, iklan sudah dikenal
peradapan manusia dalam bentuk pesan berantai. Pesan berantai itu dasampaikan
untuk membantu kelancaran jual beli dalam masyarakat, yang kala itu mayoritas
masih belum mengenal huruf, dengan cara-cara barter. Dunia pemasaran menyebut
pesan berantai itu sebagai the word of
mouth.
Selangkah
lebih maju dari peradaban lisan, manusia mulai menggunakan tulisan sebagai alat
penyampai pesan. Sebagai bukti, kita
bisa menyaksikan peninggalan berusia 3000 tahun yang berisikan iklan pengumuman
tentang budak yang lari dari tuannya.
Kemudian
iklan terus mengalami perkembangan berupa relief-relief yang di ukir pada
dinding–dinding. Terbukti dengan ditemukannya gambar dinding yang mengumumkan
rencana penyelenggaraan pesta pertarungan gladiator. Pada masa Romawi banyak
toko di kota-kota besar yang menggunakan simbol papan nama. Dan akhirnya
ditemukan mesin cetak oleh Gutenberg tahun 1450 dan muncul sejumlah surat kabar
mingguan, iklan semakin sering digunakan untuk kepentingan komersial. Dan iklan
cetak semakin berkembang pada abad-16 dan abad-17.
Pada
awal abad ke-18 Amerika Serikat mulai mengenal iklan. Salah satu contoh iklan
terbaik bukti sejarah yang dikenal di AS adalah iklan yang dimuat di Pennsylvania Evening edisi 6 Juli 1776.
Pesan yang berisikan Proklamasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

Iklan di tengah peradaban
modern ini telah memasuki seluruh bagian
dari kehidupan kita. Sadar atau tidak,
iklan tak pernah lepas dalam setiap moment dan aktivitas kita setiap hari.
Mulai dari bangun tidur dan melihat tanggal pada kalender dimana kalender
tersebut berisi iklan benda-benda antik yang klasik ataupun busana. Bahkan saat
mengenakan pakaian kita juga tak lepas dari iklan yakni dari merek pakaian kita
dan kita bangga menggunakannya.
Di sepanjang jalan
terlebih di jalan-jalan yang padat dan macet di perempatan lampu merah,
iklan-iklan luar ruang berbentuk papan reklame tampak menjajakan diri
menawarkan berbagai produk seperti kemeja kerja yang rapi, kosmetik, printer
computer, detergen, perabot rumah tangga dll.
Dalam angkutan umum
juga sering terpampang stiker besar yang menawarkan bimbingan tes terpadu,
kursus komputer, semir sepatu dll.
Saat sedang santai dirumah
menonton televisi, penyiar TVRI secara halus membujuk anda untuk membeli produk
yang diajukan sponsor. Dewasa ini yang pandai memanfaatkan peluang adalah
produser kaset (yang lagunya terus-menerus diulang-ulang dalam penyiaranya)

Dalam
peringkat ASEAN Indonesia berada dalam urutan terakhir dengan kumlah belanja
iklan per kapita US$ 0.88 (1980-an). Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh
negara kecil yang hidup dari sektor perdagangan dan industri, Singapure dengan
jumlah sebesar US$ 41,25. Rendahnya belanja iklan per kapita di Indonesia ini
mungkin disebabkan oleh “rem” yang dipasang pemerintah dengan menutup acara
siaran niaga di televisi pada tanggal 1 April 1981. Padahal siaran televisi itu
telah ada sejak TVRI mengudara pada tanggal 1 Maret 1963. Alasan pemerintah
pada saat itu adalah untuk menghindari kesenjangan antara desa dan kota.
Dari
tahun ke tahun persentase belanja iklan
semakin meningkat dengan pesat. Pada tahun 1987 total belanja iklan yang
dikeluarkan oleh produsen adalah 136% bila dibandingkan dengan tahun 1980.
Total tagihan pada tahun 1987 adalah 270 Miliar.
Dengan
dibukanya televisi swasta di Jakarta, menyusul di Surabaya, maka diperkirakan
jumlah alokasi belanja iklan akan semakin meningkat.
Memasuki
tahun 1990 birokrasi pemerintah mulai dilonggarkan sehingga beberapa koran baru
yang memiliki pemodal kuat mulai memasuki pemasaran. Meningkatnya belanja iklan
disebabkan banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja pada perusahaan jasa
periklanan dan membuat iklan semakin menarik dan kreatif dengan keahlian dan
teknologi.
Bagan 1.1
Klasifikasi
Modernisasai Media
MEDIA
|
FAKTOR PENGUBAH
|
1.
Surat Kabar
2.
Televisi
3.
Papan Reklame
4.
Bioskop
5.
Radio
|
Kemudahan
izin, pendatang baru, tersedianya modal bank, profesionalisme wartawan, cetak
jarak jauh, telefoto, dll.
Kehadiran
tv swasta, antena parabola, dll
Teknologi
konstruksi (dari kostruksi rangka kaki lidi sampai sistem tiang tunggal dan
tiang tunggal berputar) papan reklame
elektronik (komputer).
Teknologi
cineplex layar tiga dimensi.
Format
station, saluran FM
|
Berdasarkan Sensus Ekonomi 1986, jumlah perusahaan yang
bergerak di bidang jasa periklanan adalah 3.648 perusahaan. Dari jumlah
tersebut hanya 70 perusahaan yang berbadan hukum. Namun pada tahun 1987 perusahaan
berbadan hukum ada 254 buah atau meningkat 240%.

iklan bukanlah hal yang
baru dalam sejarah perekonomian Indonesia. Sebagai contoh bisa dilihat iklan
yang dimuat dalam surat kabar Tjahaja
Sijang yang terbit di Manado sejak 1869. Surat kabar ini semula terbit
sebulan sekali dengan ketebalan 8 halaman di tambah dengan 4 halaman untuk
iklan yang waktu itu disebut “pemberitahoewan”.
Fenomena yang menarik
ketika itu adalah munculnya iklan individual yang lebih banyak daripada iklan
perusahaan.
Iklan-iklan waktu itu
memang belum banyak menggunakan gambar, sehingga tarifnya cukup sederhana,
yakni didasarkan atas banyaknya baris atau kata. Tjahaja Sijang tidak memuat iklan dari Batavia. Iklan-iklan yang
dimuat bersifat sangat lokal.
Sementara itu pada
tahun 1864 sudah ada surat kabar De Locomotief terbit 4 halaman yang beredar
tiap hari dan memuat iklan tempat
penginapan dari Paris.
Tarif yang dirancang
adalah sebagai berikut :
1-10 kata f.1 sekali
muat
Pemuatan kedua gratis
Pemuatan berikutnya
f.0.50
Keadaan itu tentu sudah
berubah sekarang. Pilihan beriklan bukan hanya pada surat kabar, kita dapat
memanfaatkan iklan luar ruang dengan teknologi yang lebih canggih. Iklan
seperti ini sudah mudah diperbanyak dengan bantuan komputer dan peralatan
elektronik dan menghiasi jalan-jalan ibu kota. Aneka cara promosi telah banyak
mengubah teknik-teknik beriklan.

iklan adalah pesan yang
menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat media. Iklan
diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
Iklan bagaikan salah satu dari empat roda mobil. Ketiga roda lainnya adalah
produk, harga dan jalur distribusi. Jika salah satu rodanya kempis, maka ketiga
roda lainnya akan kehilangan fungsinya sebagai penggerak strategi
pemasaran.
Bagan 1.2
Marketing Mix
dan Promotion Mix
MARKETING MIX
|
PROMOTION MIX
|
Produk
Price
Place
Promotion
|
Advertising
Personal Selling
Sales Promotion
Publicity
|
Sebagai bagian dari bauran
komunikasi pemasaran, iklan mempunyai sasaran yang berbeda dengan sasaran
ketiga unsur lainnya dalam bauran pemasaran. Baik produk, harga, maupun tempat
mempunyai sasaran pada dasar sasaran. Sedang periklanan sebagai bagian dari
bauran promosi mempunyai sasaran pada konsumen sasaran. Perbedaan antara
keduanya adalah sbb :
o
Pasar sasaran adalah sasaran
pasar yang dituju.
o
Konsumen sasaran adalah pasar
sasaran ditambah dengan faktor-faktor disekelilingnya yang mempengaruhipasar
sasaran untuk mengambil keputusan.

Manfaat
iklan yang terbesar adalah membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen
kepada khalayak ramai. Iklan menjangkau daerah yang sulit dijangkau secara
fisik oleh produsen melalui televisi atau radio. Sekalipun memerlukan biaya
yang besar, bagi produser yang dapat memanfaatkan kreativitas dalam dunia iklan,
strategi iklan yang tepat dapat menjadi murah.
Biaya
di negara-negara berkembang umumnya dianggap mahal karena jangkauan yang
terbatas dan daya beli media yang rendah bagi kebanyakan masyarakatnya.
Namun
demikian, promosi dengan media massa dianggap lebih ekonomis. Jika memasang
iklan di harian kompas ukuran 3 kolom
x 25 sentimeter biayanya Rp 8000/mmk (tarif maret 1990), anda harus membayar 6
juta (di luar PPn). Dibandingkan dengan oplahnya yang berjumlah 600.000
ekslemplar, maka anda hanya membayar Rp 10,00 untuk menjangkau setiap rumah
tangga.
Nilai
ekonomis suatu iklan sangat tergantung pada daya jangkau media yang digunakan
serta karakteristik khalayak sasaran. Ada kalanya seorang pemasang iklan harus
memilih memasang iklan di harian yang oplahnya kecil dengan biaya lebih mahal
untuk menjangkau pasar petensial yang lebih optimal.

iklan sama pentingnya
dengan biaya pengemasan atau biaya distribusi. Biaya iklan merupakan investasi
untuk menghasilkan laba.
Untuk mencapai laba
yang dikehendaki dibutuhkan sasaran antara, yakni target penjualan atau pangsa
pasar. Berikut ini adalah pendekatan yang digunakan untuk mencapai target
penjualan yakni “Efek Enam Tahap” yang diperkenalkan oleh John R. Rossiter
dengan urutan sbb :
1.
Penampilan
adalah upaya produsen menempatkan iklan pada media massa agar dapat di lihat
oleh konsumen potensial.
2.
Proses.
Proses meliputi langkah-langkah calon pembeli spontan, seperti perhatian,
belajar menghayati, penerima, dan reaksi-reaksi emosional.
3.
Efek
komunikasi. Reaksi
“asosiasi” jalan pikiran calon pembeli terhadap merek. Dua hal yang didapat
dari efek komunikasi adalah kesadaran merek dan sikap terhadap merek.
4.
Tindakan
khalayak sasaran. Efek komunikasi di atas seperti
asosiasi terhadap merek, mengantarkan suasana bagi calon pembeli untuk
mengambil keputusan. Apakah jadi beli atau tidak, dalam konteks ini produsen
sudah memperhatikan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tingkah laku pembeli.
5.
Penjualan
atau pangsa pasar. Langkah konkrit para calon pembeli
menimbulkan penjualan bagi produsen. Untuk menjaga kedudukan di pasar maka kita
harus melihat pangsa pasar.
6.
Laba.
Bagi perusahaan, laba dibutuhkan sebagai sarana untuk hidup dalam jangka
panjang.

Melalui
iklan kita dapat memenuhi kebutuhan kita. Suatu produk mungkin tidak dihasilkan
di kota A tetapi ada di kota C. Masyarakat di kota A perlu diberi tahu
bahwa ada barang tertentu yang
dihasilkan kota C. Inilah tugas yang diemban oleh iklan, yaitu memberi tahu.
Tanpa iklan orang tidak akan tahu bahwa kebutuhannya bisa dipenuhi, atau tidak
tahu di mana ia bisa memperoleh kebutuhannya itu.
Ada
beberapa manfaat iklan bagi pembangunan masyarakat dan ekonomi. Namun, ada juga
hal negatif dari iklan. Berikut perbandingannya:
Bagan 1.4
Nilai Positif
dan Negatif Iklan
Nilai Positif Iklan
|
Nilai Negatif Iklan
|
Ø
Iklan memperluas alternatif bagi konsumen.
Konsumen dapat mengetahui adanya berbagai produk, sehingga tercipta pilihan.
|
Ø
Iklan membuat orang membeli sesuatu yang
sebetulnya tidak ia inginkan atau butuhkan.
|
Ø
Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi
konsumennya. Iklan-iklan secara gagah tampil digadapan masyarakat dengan
ukuran besar dan logo yang cantik menimbulkan kepercayaan tinggi bahwa produk
tsb bermutu.
|
Ø
Iklan mengakibatkan barang-barang menjadi mahal.
Karena membutuhkan dana , maka wajar saja bahwa ada anggapan bahwa iklan
menambah harga barang.
|
Ø
Iklan membuat orang kenal, ingat dan percaya.
|
Ø
iklan yang baik akan membuat produk yang
berkualitas rendah dapat terjual.
|
|
Ø
Iklan adalah pemborosan.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar